BREAKING
Showing posts with label Sistem Operasi. Show all posts
Showing posts with label Sistem Operasi. Show all posts

Saturday, March 29, 2014

Mengenal System Call dalam Sistem Operasi Komputer


Salam sahabat reader.
      Di kesempatan kali ini Ubung Style akan membahas tentang pengenalan System Call dalam Sistem Operasi Komputer. Artikel ini merupakan bahasan lanjutan dari beberapa pembahasan-pembahasan sebelumnya seputar tentang Sistem Operasi Komputer. Nah dalam bahasan kali ini kita akan mengenal 5 fungsi yang berjalan dalam System Call sebuah Sistem Operasi Komputer. Lima fugsi tersebut adalah :
- Kontrol proses,
- Manipulasi File,
- Manipulasi Device,
- Informasi Lingkungan, dan
- Komunikasi.
System Call in Computer Operating System

     Sebelum jauh membahas fungsi-fungsi yang berjalan dalam System Call, sebaiknya kita tahu dulu mengenai pengertiannya. System call adalah sistem yang tugasnya menampilkan interface atau antar muka yang sedang berjalan, untuk memperoleh layanan sistem operasi. System call biasanya tersedia dalam bentuk instruksi bahasa assembly. Namun saat ini, banyak bahasa pemrograman yang digunakan untuk mengganti bahasa assembly menjadi bahasa pemrograman sehinga system call dapat langsung dibuat pada bahasa tingkat tinggi seperti contohnya bahasa C dan C++ .
      Secara umum, dikenal 3 metode yang digunakan untuk melewatkan parameter antara program yang sedang berjalan dengan sistem operasi yaitu :
- Melewatkan parameter melalui Register,
- Menyimpan parameter pada tabel yang disimpan di memory dan alamat tabel tersebut dilewatkan sebagai parameter di register.

Penyimpanan parameter tabel di register

- Push (Menyimpan) parameter ke stack oleh program dan pop (Mengambil) isi stack yang dilakukan oleh System Operasi.

     Nah sekarang kita membahas tentang 5 katerogori fungsi yang telah disebutkan sebelumnya :

1. Kontrol Proses

    Dalam menjalankan fungsi kontrol proses, hal-hal yang dilakukan oleh system call adalah :
- Mengakhiri (end) dan membatalkan (abort)
- Mengambil (load) dan eksekusi (execute)
- Membuat dan mengakhiri proses
- Menentukan dan mengatur atribut proses
- Wait for time
- Wait event, signal event
- Mengalokasika dan membebaskan memory.
Sebagai contoh, Sistem Operasi pada MS-DOS menggunakan sistem singletasking yang memiliki command interpreter yang mulai bekerja pada saat start. Perhatikan gambar dibawah ini :

MS-DOS Single Tasking System


   Karena single tasking maka akan akan menggunakan metode yang sederhana untuk menjalankan program dant tidak membuat proses baru. Sedangkan kalau pada sistem operasi Unix, dapat menggunakan banyak program.

Unix Multitasking System

2. Manipulasi File

      Fungsi kedua dari System call adalah manipulasi file. Dalam menjalankan fungsi manipulasi file tersebut, hal-hal yang dilakukan adalah :
- Membuat dan menghapus file
- Membuka dan menutup file
- Membaca, menulis, dan mereposisi file
- Menentukan dan mengatur atribut file
3. Manipulasi Device

      Fungsi ketiga adaah Manipulasi Device. Hal-hal yang dijalankan dalam fungsi ini adalah :
- Meminta dan membebaskan device- Membaca, menulis dan mereposisi file
- Menentukan dan mengatur atribut device.

4. Informasi Lingkungan

    Dalam menjalankan fungsi ini, System Call melakukan hal-hal berikut :
- Mengambil atau mengatur atau tanggal
- Mengambil atau mengatur sistem data
- Mengambil atau mengatur proses, file atau atribut-atribut file.
5.  Komunikasi

Hal-hal yang dilakukan dalam fungsi komunikasi System call ini adalah :
- Membuat dan menghapus sambungan komunikasi
- Mengirim dan menerima pesan
- Mentransfer status informasi.
Dalam fungsi komunikasi pada System Call,  terdapat 2 model komunikasi, yaitu :
a. Message-passing model.    Informasi saling ditukarkan melalui fasilitas yang telah ditentukan oleh sistem operasi.
b. Shared-memory Model.     Proses-proses menggunakan map memory untuk mengakses daerah-daerah di memori dengan proses-proses yang lain.
 
Perhatikan contoh proses model komunikasi Message-passing model (a) dan Shared-memory Model (b) pada gambar dibawah ini :

model komunikasi system call

     Dengan demikian, sekarang kita tahu bahwa system call sangat penting dalam sistem operasi komputer. Tanpa system call, tampilan user interface yang kita biasa lihat selama ini di layar monitor tidak semenarik dan sebagus yang diharapkan.
Sekian postingan kali ini tentang :

Mengenal System Call dalam Sistem Operasi Komputer

      Semoga bermanfaat, dan bisa menambah wawasan kita bersama tentang sistem operasi komputer. Jangan lewatkan juga artikel-artikel terkait lainnya seputar sistem operasi komputer di bawah ini, Salam.. :)

Friday, March 14, 2014

5 Layanan Sistem Operasi Komputer untuk User


Salam sahabat Reader.
      Di kesempatan ini Ubung Style akan membahas masih seputar dasar pengenalan Sistem Operasi komputer, yaitu 5 Layanan Sistem Operasi Komputer untuk User. Dalam postingan Pengertian dan Fungsi Sistem Operasi pernah disinggung bahwa salah satu fungsi dari sisterm operasi adalah merupakan alat untuk mempermudah pengguna komputer atau user. Nah kali ini kita akan lebih menitik beratkan pada point ini, yaitu pelayanan sebuah sistem operasi dalam memberikan kemudahan-kemudahan  kepada si pengguna komputer atau user.
5 Layanan tersebut adalah :
Layanan Eksekusi Program, Operasi-operasi I/O, Manipulasi Sistem file, Komunikasi, dan Mendeteksi kesalahan.

Layanan Sistem Operasi Komputer

1. Layanan Eksekusi Program

     Salah satu layanan yang diberikan oleh Sistem Operasi kepada User untuk memudahkan proses kerja adalah me-load / memanggil ke memory dan menjalankannya. Program tersebut pun harus dapat dihentikan/ diakhiri eksekusinya baik dalam bentuk normal atau pun tidak dalam keadaan normal (eror program).

2. Layanan Operasi-operasi Input/Output

    Saat sebuah program di-running / dijalankan, sering kali juga dibutuhkan proses I/O baik berupa file atau peralatan I/O itu sendiri. Dalam hal ini sistem operasi harus bisa berfungsi sebagai pengontrol, karena hal ini tidak bisa secara lansung dilakukan oleh User karena aspek keamanan dan efesiensi.

3. Layanan Manipulasi Sistem File

    Kadang dalam suatu kondisi, program harus membaca dan menulis berkas, dan membuat ataupun menghapus berkas. Fungsi ini harus bisa dijalankan oleh sebuah Sistem Operasi.

4. Layanan Komunikasi

     Ketika beberapa proses sedang berjalan, kadangkala sebuah proses membutuhkan informasi dari proses yang lain ataupun sebaliknya, sehingga membutuhkan sebuah komunikasi. Pertukaran informasi dapat dilakukan oleh beberapa proses dalam suatu komputer atau bisa juga dengan komputer yang berbeda yang terhubung melalui sistem jaringan. 
    Pada umumnya, ada 2 jenis layanan komunikasi oleh sistem operasi yaitu dengan cara berbagi memory (Shared Memory) dan cara pengiriman pesan (Message Passing).

5. Layanan mendeteksi kesalahan

    Pernahkah anda menemukan sebuah pesan kotak dialog berisi pesan eror yang ditampilkan ketika menjalankan sebuah program ? Itu adalah salah satu bentuk pelayanan yang diberikan oleh Sebuah sistem operasi untuk memudahkan pengguna komputernya. Sistem harus menjamin kebenaran dalam proses komputasi apapun yaitu dengan cara melakukan pendeteksian error pada CPU dan Memory, perangkat I/O dan atau program yang diinputkan oleh user.

     Selain 5 fungsi layanan diatas, setidaknya ada 3 fungsi tambahan yang ada meskipun tidak secara langsung digunakan untuk membantu user, namun tetap penting dan harus dimiliki oleh setiap sistem operasi karena hal ini digunakan untuk jalannya sistem operasi yang lebih efesien. 3 fungsi layanan tersebut adalah :

a. Resource alocation

   Sebuah sistem operasi harus dapat mengalokasikan resource untuk banyak user atau banyak job yang dijalankan dalm satu waktu yang sama.

b. Accounting

    Accounting Dalam istilah Indonesia lebih dikenal dengan akutansi atau catatan. Jadi, sistem operasi harus membuat semacam catatan daftar berapa resource yang digunakan oleh user, dan resource apa saja yang digunakan untuk menghitung secara statistik akumulasi penggunaan resource.
  Data dari hasil layanan Accounting ini sangat diperlukan terutama dalam sebuah proses konfigurasi bagi seorang user yang ingin ingin meningkatkan pelayanan.

c. Protection

  Layanan sistem protection / pengamanan ini sangat penting, harus dilakukan oleh sebuah sistem karena hal ini untuk menjamin apakah semua akses ke resource telah terkontrol dengan baik atau tidak.

Demikin postingan kali ini tentang :

5 Layanan Sistem Operasi Komputer untuk User

Semoga konsep dasar dalam pembelajaran pengenalan sistem operasi ini dapat berguna untuk sobat yang ingin atau sedang mendalami sistem operasi. Anda juga bisa membaca beberapa artikel terkait di bawah ini. Terima kasih telah berkunjung, dan sampai jumpa di postingan berikutnya. Salam.. :)

Monday, March 10, 2014

Komponen-komponen Utama Sistem Operasi


Salam Sobat reader..
    Masih dalam bahasan seputar Sistem Operasi, kali ini Ubung Style akan membahas tentang Komponen-komponen Utama Sistem Operasi. Masih berkaitan dengan pembahasan sebelumnya Jenis-jenis Operating System, kali ini kita akan membahas beberapa komponen utama yang mendukung proses jalalanya suatu sistem operasi komputer. Diantaranya adalah :
 "Manajemen proses, Manajemen momry utama, Manajemen file, Manajemen Sistem I/O, Manajemen penyimpanan sekunder, Sistem jaringan, Sistem proteksi, dan System command interpreter"
Main Components of Operating System

1. Manajemen Proses

      Proses adalah program yang sedang berjalan atau sedang dieksekusi dalam sebuah sistem oprasi komputer. Misalkan jika pada Sistem Operasi Windows, kita dapat melihatnya di sistim Windows Taks Manager (shortcut : ctrl + alt + del > pilih tab Processes ). Contoh proses :

Contoh Proses

Pada gambar diatas, kita dapat melihat bahwa proses atau program yang sedang berjalan dalam komputer saya adalah sebanyak 87 proses.
      Untuk bisa berjalan, sebuah proses tentunya membutuhkan yang namanya Resource atau Sumber daya tertentu untuk menyelesaikan tugasnya. Resource yang dibutuhkan tersebut adalah seperti waktu CPU, memory, file dan perangkat Input/Output (I/O). Inilah yang disebut dengan manajemen proses.
         Nah untuk menjalankan suatu proses, Sistem Operasi bertanggung jawab pada seluruh aktivitas yang berhubungan dengan manajemen proses. Aktivitas-aktivitas tersebut antara lain :
a. Pembuatan dan penghapusan proses yang dibuat oleh user dan sistem.
b. Menghentikan sementara proses yang sedang berjalan dan kemudian melanjutkanya.
c. Menyediakan kelengkapan mekanisme untuk sinkronisasi proses dan komunikasi proses.
2. Manajemen Memory Utama

     Memory adalah tempat menyimpan sebuah array yang biasanya berukuran word atau byte yang mempunyai alamat memorynya masing-masing. Memory dapat mengakses data yang digunakan oleh CPU dan perangkat Input/Output dengan cepat. 
        Sistem Operasi bertanggung jawab mengatur jalannya aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan memory. Proses inilah yang disebut dengan Manajemen Memory Utama. Aktivitas-aktivitas manajemen memory tersebut antara lain :
a. Memelihara bagian-bagian memory yang sedang digunakan.
b. Memtuskan proses-proses mana saja yang harus dipanggil ke memory.
c. Mengalokasikan dan mendealokasikan ruang memory jika saat diperlukan.
3. Manajemen File

     File adalah informasi-informasi yang saling berhuhungan yang sudah didefinisikan oleh user. File bisa dalam bentuk program dan data Misalnya gambar, file video, file music, dll. 
     Karena file termasuk dalam komponen utama suatu sistem operasi, maka sistem perlu mengatur aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan file. Ini yang dinamakan Manajemen File. Aktivitas-aktivitas yang diatur oleh sistem operasi dalam manajemen file adalah :
a. Pembuatan dan penghapusan file.
b. Pembuatan dan penghapusan direktori.
c. Manipulasi file dan dierktori.
d. Pemetaan file ke memory sekunder.
e. Backup file ke media penyimpanan nonvolatile.
4. Manajemen I/O

     Input adalah proses pemasukan data atau perintah, sedangkan output adalah proses pengeluaran hasil input yaitu bisa berupa hard copy (print text dan gambar) maupun soft copy (tampilan di layar monitor dan suara). Sebuah sistem operasi pun bertanggung jawab dalam proses yang berhubungan dengan Manajemen I/O ini.
Aktivitas-aktivitas yang diatur oleh Sistem operasi terkait dengan I/O adalah :
a. Sistem buffer-caching.b. Interface defice-driver secara umum.
c. Driver untuk defice hardware-hardware tertentu.
5. Manajemen penyimpanan sekunder

      Untuk media peyimpanan, memory utama (Primary storage) saja tidak cukup karena ukurannya terlalu kecil untuk mengakomodasi semua data dan program secara permanen. Data yang tersimpan hanya dalam primary storage akan hilang ketika sistem mati. Untuk itu sistem komputer butuh yang namanya media penyimpanan sekunder (Secondary storage) untuk membackup memory utama. 
     Dalam proses Manajemen penyimpanan sekunder, suatu Sistem Operasi bertanggung jawab atas beberapa aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan media peyimpanan sekunder berikut :
a. Pengaturan ruang bebas.
b. Alokasi penyimpanan.
c. Penjadwalan disk.
6. Sistem Jaringan

    Sistem jaringan disebut juga Sistem terdistribusi. Pada postingan pekembangan jenis-jenis operating system sudah dijelaskan mengenai hal ini. Pada sistem terdistribusi, terdapat lebih dari satu processor (kumpulan processor) yang bekerja dan menggunakan clock secara bersama-sama tapi mempunyai local memory sendiri-sendiri. 
     Prosessor-prosessor dalam suatu sistem jaringan atau sistem terdistribusi dihubungkan melalui jaringan komunikasi  dengan menggunakan protocol. Sistem terdistrubusi memungkinkan user mengakses resource yang beragam. Nah disinilah berjalan fungsi dari sistem operasi. 
    Sistem operasi yang sudah terdistribusi atau terhubung dalam satu jaringan memiliki kelebihan-kelebihan yaitu antara lain : 
a. Meningkatkan kecepatan komputasi.
b. Meningkatkan ketersediaan data.
c. Meningkatkan kehandalan sistem.
7. Sistem Proteksi

      Sistem proteksi adalah sebuah mekanisme perlindungan atau pengontrolan akses oleh program, proses atau user pada sistem maupun resource dari user. Sistem operasi bertugas melakukan ini.
      Mekanisme pengontrolan atau sistem proteksi yang dilakukan atau disediakan oleh sistem adalah :
a. Membedakan antara pengguna yang sah atau yang tidak.
b. Menentukan kontrol yang terganggu.
c. Menetapkan cara pelaksanaan proteksi.
8. Sistem Command Interpreter

    Sistem Command Interpreter adalah sistem program yang membaca dan menerjemahkan pernyataan kontrol. Hal ini  sering disebut juga command-line interpreter pada WINDOWS atau Shell pada UNIX. 
      Beberapa perintah dimasukkan ke dalam sistem operasi menggunakan pernyataan kontrol. Hal ini digunakan antara lain untuk :
a. Manajemen dan pembuatan proses.
b. Penanganan I/O.
c. Manajemen penyimpanan sekunder.
d. Manajemen memory utama.
e. Akses Sistem file.
f. Proteksi.
g. Jaringan.
     Demikian pembahasan kali ini tentang :

Komponen-komponen Utama Sistem Operasi

   Semoga bermanfaat dan dapat difahami sehingga meningkatkan wawasan pengetahuan kita bersama. Terima kasih telah berkunjung, jangan lewatkan juga artikel "Pengertian dan Fungsi Sistem Operasi". Nantikan postingan artikel menarik selanjutnya .! Salam.. 

Sunday, March 9, 2014

Perkembangan Jenis-jenis Operating System Komputer


Salam Sahabat Reader..
     Di kesempatan ini Ubung Style akan membahas tentang Perkembangan Jenis-jenis Operating System Komputer, menyambung dari bahasan sebelumnya di postingan Pengertian dan Fungsi Sistem Operasi yang telah membahas beberapa hal berikut :
 Fungsi Sistem operasi untuk mempermudah kerja user, Fungsi Sistem Operasi sebagai alat resourch allocator, dan Fungsi sistem operasi sebagai kernel / program yang berjalan setiap waktu tanpa henti. 
Nah kali ini kita akan membahas masih seputar informasi dasar pengenalan sistem Operasi Komputer, yang berkembang dari dulu hingga sekarang, yaitu jenis-jenisnya. Diantara jenis-jenis Sistem Operasi Komputer yang akan kita bahas nantinya adalah :
"Sistem Mainframe, Sistem Batch Multiprogram, Sistem Time Sharing, Sistem Desktop, Sistem Terdistribusi, Sistem Terklaster, Sistem Real Time, dan Sistem Handheld ".
Kind Of Computer Operating System

Materi ini saya dapatkan dari perkuliahan SEMESTER II di kampus saya, dan akan coba saya uraikan ulang kepada sobat reader, semoga bermanfaat. Oke langsung saja kita bahas satu persatu.

1. Sistem Mainframe


    Sitem Mainfram adalah syitem komputer terdahulu yang berbentuk mesin besar. Perangkat input yang digunanakan berupa card reader dan tape drive, yang untuk menjalankan sistem ini digunakan suatu console. Sedangkan perangkat output yang digunakan berupa line printer, tape drive dan card punch. 
      Sistem operasi pada komputer mainframe sangat sederhana. task utama mengontrol secara otomatis dari satu job ke job berikutnya. Cara kerjanya seperti ini, user menyiapkan job yang terdiri dari program, data dan beberapa informasi kontrol yang dikirim ke operator komputer, kemudian beberpa waktu berikutnya output ditampilkan. Output berupa hasil program, apabila terjadi eror memory dan register akan berisi kosong.
      Sistem operasi seperti ini selalu residen di memory yang disebut "resident monitor". Ini adalah gambaran layout dari sistem batch sederhana.
Memory layout simple batch system

     Untuk meningkatkan kecepatan proses, job yang sama perlu dikumpulkan bersama (batch), dan dijalankan oleh komputer sebagai satu kempok. Untuk menghindari adanya waktu terbuang (nganggur) CPU, maka kemudian dikembangkan suatu tekhnik mengurutukan kerja job secara otomatis, sehingga mampu mentransfer kontrol dari suat job ke job berikutnya. Inilah bentuk System operasi pertama kali.

2. Sistem Batch Multiprogram

        Pada Sistem Batch Multiprogram ini, beberapa job dikumpulkan oleh sistem operasi pada memory utama pada waktu yang sama. Jumlah job dapat disimpan secara bersama-sama pada memory biasanya lebih kecil daripada jumlah job yang dapat berada pada job pool. Job Pool adalah bagian yang berisi kumpulan job-job yang sudah siap untuk dieksekusi.
          Pada sistem multiprogram, sistem operasi harus menyediakan mekanisme untuk menejemen memory, penjadwalan CPU dan manajemen disk. Sistem operasi multiprogram menyediakan supply untuk I/O routine. Sistem harus mengalokasikan memory ke beberapa job.
Memory layout sistem batch multiprogram

        Beberapa job-job yang sudah siap dieksekusi akan dipilih oleh sistem job mana yang akan diksekusi terlebih dahulu oleh CPU. Selain itu juga system harus mengalokasikan perangkat apa saja yang diperlukan setiap job.

3. Sistem Time Sharing

        Sistem Time Sharing adalah suatu hasil pengembangan dari Sistem Multiprogram. Sistem time sharing pada saat ini lebih sering disebut dengan istilah Multitasking. Mungkin sobat lebih familiar dengan istilah ini. Beberapa job yang berada pada memory utama dieksekusi oleh CPU secara bergantian.  CPU hanya bisa menjalankan program yang berada pada memory utama. Proses perpindahan antar Job ini terjadi sangat sering dan dalam waktu yang sangat cepat sehingga seolah tanpa celah jeda sedikitpun, jadi user dapat berinteraksi dengan setiap program pada saat dijalankan.
        Selain disebut multitasking, Sistem Time Sharing sering juga sering dikenal dengan sebutan Sistem Komputasi Interaktif , dimana user memberikan instruksi pada sistem operasi atau program secara langsung dan akan menerima respon segera.
       Perangkat input berupa keyboard dan perangkat output berupa display Screen seperti CRT dan Monitor. Bila sistem operasi telah selesai mengakses satu perintah, maka sistem kemudian akan mencari pernyataan berikutnya dari user melalui Keyboard.

4. Sistem Desktop

      Tekhnologi kian berkembang, sehingga  Sistem Komputer dari mainframe menjadi Mikrokomputer, yang tetap dapat mengadopsi sistem Mainframe. Salah satunya yaitu Sistem Desktop Personal Computer (PC) yang dikembangkan mulai sekitar tahun 70-an. Sistem operasi ini kemudian sering disebut Mikorkomputer.
     Sistem operasi ini masih belum dikembangkan untuk multiuser maupun multitasking, tapi bertujuan hanya untuk lebih kepada pemaksimalan utilitas CPU dan pheripheral serta menitik beratkan pada pemaksimalan kenyamanan dan respon user. 2 Sistem operasi yang saat itu dikembangkan dalam waktu yang bersmaan yaitu Microsoft Windows dan Apple Machintosh. Sedangkan Product dari Microsoft yang lainnya yaitu MS DOS yang masih single tasking kemudian dikembangkan oleh IBM menjadi OS/2 yaitu yang merupakan sistem multi tasking.
     Contoh lain dari perpindahan Sistem Operasi ini adalah perkembangan Sistem Operasi MULTICS, yang dikembangkan oleh MIT (Massachusetts Institute of Technology) di tahun 1965 sampai 1970 sebagai komputasi yang berjalan pada komputer mainframe yang besar dan kompleks.
      Kemudian Beel Laboratories mengembangkan MULTICS dengan mendesain UNIX tahun 1970 untuk Minikomputer PDP-11. Tahun 1980 kemudia dikembangkan sistem operasi UNIX-like untuk sistem mikrokomputer menyusul Sistem Operasi yang sudah berkembang duluan seperti Microsoft Windows NT, IBM OS/2 dan Machintosh.

5. Sistem Pararel

       Sistem Pararel adalah sistem yang mempunyai lebih dari satu prosesor yang dapat berkomunikasi, membagi bus, clock dan juga perangkat memory dan pheripheral. Sistem pararel ini disebut sebagai thightly coupled system atau juga multiprosessor, yang dengan dikembangkannya sistem ini diharapkan akan dapat meningkatkan kinerja yang dapat dilakukan oleh suatu komputer, yaitu dalam waktu yang relativ lebih singkat.
       Jika suatu fungsi didistribusikan pada beberapa prosessor, maka ketika terjadi kegagalan dari satu prosessor tidak akan dapat menghentikan sistem, tapi hanya memperlambat sistem. Misalkan jika digunakan 10 prosessor dan satunya gagal, maka 9 prosessor lainnya akan menggantikan fungsi dan kinerja dari prosessor yang gagal tersebut, namun hal itu akan sedikit memperlambat kinerja sistem sebanyak sepersepuluh atau 10 persen. Kemampuan ini sering kali disebut dengan gracefull degradation.
    Sistem pararel atau multiprosessor yang sering digunaakan adalah model symetric multiprocessing, yaitu setiap prosessor menjalankan sistem operasi yang identik dan komunikasi antar prosesor saat diperlukan. Perhatikan gambar contoh arsitektur symetric multiprocessing berikut :

Symetric Multiprocessing

   Pada sistem ini, prosessor-prosessor yang digunakan mempunya tugas-tugas tertentu. Prosesor master mengontrol sistem, prosessor lain menunggu instruksi dan mempunya tugas menjalankan tugas yang ditentukan oleh prosessor master.

6. Sistem Terdistribusi 

     Sistem Terdistribusi atau Distributed System adalah sistem yang mendistribusikan komputasi diantara beberapa prosessor. Prosessor yang terdistribusi pun berfariasi ukuran dan fungsinya. Prosessor-prosessor ini disebut degan site, node, komputer atau lainnya.
Beberapa keuntungan dari sistem terdistribusi ini antara lain :

a. Resource Sharing
    Ketika 2 buah site yang berbeda dihubungkan, maka user pada site satu dapat menggunakan sumber daya yang dimiliki oleh site yang lain. Contohnya, misalkan jika site A dan site B terhubung, maka user site A dapat menggunakan printer dari site B, sebaliknya user B pun bisa mangakses file user site B.

b. Peningkatan kecepatan komputasi
    Hal ini otomatis dapat dilakukan karena komputasi tertentu dapat dipartisi dalam sejumlah sub komputasi yang berjalan secara konkuren, sehingga sistem yang terdistribusi dapat mendistribusikan komputasi pada beberapa site secara bersamaan.

c. Lebih handal
    Sistem terdistribusi ini juga dinilai lebih handal, karena misalkan jika salah site gagal beroperasi, maka sisa site yang masih dalam satu sistem dapat menggantikan operasinya, sehingga tidak sampai menimbulkan kegagalan sistem. Secara umum, jika terjadi redudensi pada sistem maka sistem tetap dapat menjalankan operasinya meskipun satu atau beberapa site gagal.

d. Komunikasi
   Pada Sistem terdistribusi, beberpa prosessor pada site yang berbeda dapat saling bertukar informasi. User melakukan transfer file dengan user yang dalam satu sistem dengan menggunakan elecronic mail.
Sistem terdistribusi sering juga disebut dengan System Cilent-Server atau peer-to-peer, sehingga satu hal pokok yang paling dibutuhkan dari sistem ini adalah infrastruktur jaringan, berupa LAN (Local Area Network) atau WAN (Wide Area Network). Berikut adalah contoh arsitektur Sistem Terdistribusi atau Client-Server :

System Client-Server arsitecture
  
7. Sistem Terklaster

   Sistem Terklaster atau Clustered System adalah pengembangan dari Sistem Terdistribusi. Sistem ini juga memiliki kehandalan yang tinggi seperit sistem terdistribusi. Perbedaannya adalah Sistem Terklaster dapat memungkinkan dua atau lebih sistem untuk membagi penyimpanan sekunder bersama-sama.
   Model yang digunakan dalam sistem terklaster ada 2 model asymmetric clustering, yaitu dimana satu server menjalankan aplikasi sementara server lainnya standby, dan model symetric clustering, yaitu dimana semua hosting menjalankan aplikasi.

8. Sistem Real Time

    Sistem Real Time adalah Sistem yang digunakan bila terdapat ketetapan waktu pada operasi prosessor atau aliran data sehingga sering digunakan untuk perangkat control pada suatu aplikasi seperti mengontrol percobaan keilmuan, sistem medis, sistem control industri dan lain-lain sebagainya.
   Jadi sistem ini dikembangkan untuk keperluan khusus, karena pemrosesan harus dikerjakan dalam waktu yang ditentukan atau jika tidak maka sistem akan gagal. Sebagai contoh dalam dunia robotic, intuksi yang diberikan oleh sistem harus dalam saat tertentu saja. Misalnya lengan robot jika tidak diinstruksikan untuk berhenti segera maka dapat merusak robot tersebut.
  Sistem Real Time juga memiliki 2 model yang digunakan, yaitu Sistem Hard Real Time, dan Soft Real Time. Sistem Hard Real Time menjamin tugas kritis diselesaikan tepat waktu. Penyimpanan sekunder terbatas atau bahkan tidak digunakan sama sekali, data perintah langsung dikirim ke ROM (Read Only Memory) dalam waktu singkat. Sedangkan Sistem Soft Real Time berfungsi menjalankan tugas kritis ayng mendapat prioritas lebih tinggi dari tugas yang lain. Ketika satu task selesai maka task berperioritas ini juga akan diselesaikan. Sistem ini sering digunakan hanya terbatas pada industri pengontrol robot.

9. Sistem Handheld
   
   Bahasan terakhir dalam postingan jenis-jenis operating system komputer ini adalah System Handheld. Yaitu sistem yang dikembangkan mulai sekitar tahun 1990-an, yang lebih kecil lagi dari mikrokomputer yaitu dalam bentuk personal digital assistants (PDA). Sistem ini yang digunakan pada beberapa jenis telepon seluler saat ini. Sistem Handheld memiliki memory yang terbatas, prosessor dengan kecepatan rendah dan display screen yang kecil. Berikut ini adalah skema perkembangan sistem komputer dari sistem mainframe dulu hingga sistem handheld sekarang ini :

System handheld

Demikian postingan kali ini tentang :

Perkembangan Jenis-jenis Operating System Komputer

Semoga bermanfaat dan menambah wawasan pengetahuan kita semua atas dasar-dasar Sistem Operasi Komputer. Terima kasih telah berkunjung. Jangan lewatkan juga artikel "Pengertian dan Fungsi Sistem Operasi". Nantikan postingan berikutnya,, Salam. :)

Monday, September 23, 2013

Pengertian dan Fungsi Sistem Operasi

Assalamu'alaikum sahabat  reader.. 
       Di kesempatan ini Ubung Style akan menjelaskan tentang pengertian dan fungsi Sistem Operasi (Operating System). Sistem operasi terbagi atas 3 macam yaitu sistem operasi untuk komputer (Windows, Linux, Mac dan sejenisnya), sistem operasi untuk mobile phone (android, blackbary dan sejenisnya), sistem operasi untuk server (IOS dan sejenisnya).


Pengertian dan Fungsi Sistem Operasi

      Sistem operasi atau yang biasa disingkat OS, sebenarnya pada dasarnya adalah  merupakan perangkat lunak (software), yang mempunyai tugas melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras (Hardware) serta operasi-operasi dasar dari suatu sistem Komputer. Manajemen ini termasuk menjalankan software aplikasi seperti  pengolah kata (contohnya Microsoft Office Word, Libra Office Word dan sejenisnya ), pengolah angka (Microsoft Office excel, Libra Office Excel dan sejenisnya), pemutar multimedia (KMP, Windows Media Player dan sejenisnya), aplikasi design grafis (adobe Photo shop, corel draw dan sejenisnya) dan seluruh aplikasi apapun yang diinstall dalam komputer.
Selain itu pengertian sistem operasi juga dapat dilihat dari beberapa sudut pandang, yaitu :

1. Sistem operasi merupakan alat untuk mempermudah pengguna komputer. 

         Sistem operasi dirancang  dengan mengutamakan kemudahan dalam penggunaanya. Semakin mudah suatu sistem operasi digunakan, maka semakin banyak pengguna yang menggunakannya. Itulah mengapa Windows adalah Sistem Operasi yang paling banyak digunakan oleh penduduk dunia, dikarenakan terkenal mudah digunakan atau user friendly.

2.  Sistem operasi adalah alat Resource Allocator, yaitu dapat menempatkan sumber daya secara efisien. 

      Sistem Operasi merupakan pengatur sumber daya yang menangani konflik permintaan sumber daya secara efisien, serta eksekusi aplikasi dan operasi dari alat I/O. Dalam hal ini kinerja suatu sistem operasi berbanding lurus dengan perangkat keras atau hardware yang dipakai dalam suatu komputer. Semakin tinggi Spesifikasi hardware, semakin bagus kinerja sistem operasi.

3. Sistem Operasi merupakan bagian program yang berjalan setiap saat tanpa henti  (disebut kernel).
       
        Jadi selama komputer dinyalakan, sistem operasi akan terus bekerja, walaupun tidak ada satupun aplikasi yang dijalankan. Kernel sendiri adalah merupakan perangkat lunak yang menjadi bagian utama dari sistem operasi. Kernel bertugas mengatur kapan dan berapa lama suatu perintah dapat dieksekusi melalui perangkat keras.
       Sekian  penjelasan mengenai :

Pengertian dan fungsi sistem operasi

semoga bermanfaat dan dapat dipahami . Baca juga artikel "Cara Menghilangkan tanda panah pada icon shorcut di desktop" Sampai jumpa di postingan berikutnya.!! Wassalam.. :)

 

Saturday, September 14, 2013

Cara menghilangkan tanda panah pada icon shortcut di desktop

Assalamu'alaikum sahabat reader..
     Kali ini Ubung Style akan kembali membagikan ilmu untuk sobat semua, yaitu bagaimana menghilangkan tanda panah pada ikon shortcut di desktop.



How to remove the arrow on shortcut icon in desktop

           Kadangkala tampilan icon shortcut di desktop menjadi kurang enak untuk dipandang ketika masih terdapat tanda anak panah dipojok bawah icon tersebut. Nah untuk membuatnya menjadi indah, caranya adalah dengan menghilangkan tanda anak panah tersebut, sehingga akan terlihat lebih rapi. Perhatikan gambar berikut :

How to remove the arrow on shortcut icon in desktop 2

Terlihat lebih rapi kan ?
Nah cara menghilangkannya gampang.Ikuti saja langkah-langkah berikut  ini.


1. Tekan tombol windows+R pada keyboard untuk memunculkan menu Run, kemudian ketikkan Regedit dan tekan Enter.
2. Setelah jendela Registry editor muncul, masuk ke HKEY_CLASSES_ROOT\lnkfile. lnkfile huruf pertamanya adalah huruf L, jadi jangan sampai salah. 
3. Hapus key isShortcut pada panel sebelah kanan    
4.Restart komputer anda dan lihat hasilnya.
How to remove the arrow on shortcut icon in desktop 3
How to remove the arrow on shortcut icon in desktop 3
Dengan demikian, maka sekian postingan kali ini tentang :

Cara menghilangkan tanda panah pada icon shortcut di desktop

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat. Baca juga artikel "Cara membuka item atau program dengan sekali klik" Sampai jumpa di postingan berikutnya.!! Wassalam.:)




 
Copyright © 2013 Ubung Style
Created by FBTemplates | Re-design by Alfin Amrullah
Proudly powered by © Blogger
Support : Exonera 12 | English Grammar's Blog