Salam Sahabat Reader..
Materi ini saya dapatkan dari perkuliahan SEMESTER II di kampus saya, dan akan coba saya uraikan ulang kepada sobat reader, semoga bermanfaat. Oke langsung saja kita bahas satu persatu.
Sistem operasi pada komputer mainframe sangat sederhana. task utama mengontrol secara otomatis dari satu job ke job berikutnya. Cara kerjanya seperti ini, user menyiapkan job yang terdiri dari program, data dan beberapa informasi kontrol yang dikirim ke operator komputer, kemudian beberpa waktu berikutnya output ditampilkan. Output berupa hasil program, apabila terjadi eror memory dan register akan berisi kosong.
Untuk meningkatkan kecepatan proses, job yang sama perlu dikumpulkan bersama (batch), dan dijalankan oleh komputer sebagai satu kempok. Untuk menghindari adanya waktu terbuang (nganggur) CPU, maka kemudian dikembangkan suatu tekhnik mengurutukan kerja job secara otomatis, sehingga mampu mentransfer kontrol dari suat job ke job berikutnya. Inilah bentuk System operasi pertama kali.
Pada sistem multiprogram, sistem operasi harus menyediakan mekanisme untuk menejemen memory, penjadwalan CPU dan manajemen disk. Sistem operasi multiprogram menyediakan supply untuk I/O routine. Sistem harus mengalokasikan memory ke beberapa job.
Selain disebut multitasking, Sistem Time Sharing sering juga sering dikenal dengan sebutan Sistem Komputasi Interaktif , dimana user memberikan instruksi pada sistem operasi atau program secara langsung dan akan menerima respon segera.
Perangkat input berupa keyboard dan perangkat output berupa display Screen seperti CRT dan Monitor. Bila sistem operasi telah selesai mengakses satu perintah, maka sistem kemudian akan mencari pernyataan berikutnya dari user melalui Keyboard.
4. Sistem Desktop
Tekhnologi kian berkembang, sehingga Sistem Komputer dari mainframe menjadi Mikrokomputer, yang tetap dapat mengadopsi sistem Mainframe. Salah satunya yaitu Sistem Desktop Personal Computer (PC) yang dikembangkan mulai sekitar tahun 70-an. Sistem operasi ini kemudian sering disebut Mikorkomputer.
Sistem operasi ini masih belum dikembangkan untuk multiuser maupun multitasking, tapi bertujuan hanya untuk lebih kepada pemaksimalan utilitas CPU dan
pheripheral serta menitik beratkan pada pemaksimalan kenyamanan dan respon user. 2 Sistem operasi yang saat itu dikembangkan dalam waktu yang bersmaan yaitu Microsoft Windows dan Apple Machintosh. Sedangkan Product dari Microsoft yang lainnya yaitu MS DOS yang masih single tasking kemudian dikembangkan oleh IBM menjadi OS/2 yaitu yang merupakan sistem multi tasking.
Contoh lain dari perpindahan Sistem Operasi ini adalah perkembangan Sistem Operasi MULTICS, yang dikembangkan oleh MIT (Massachusetts Institute of Technology) di tahun 1965 sampai 1970 sebagai komputasi yang berjalan pada komputer mainframe yang besar dan kompleks.
Kemudian Beel Laboratories mengembangkan MULTICS dengan mendesain UNIX tahun 1970 untuk Minikomputer PDP-11. Tahun 1980 kemudia dikembangkan sistem operasi UNIX-like untuk sistem mikrokomputer menyusul Sistem Operasi yang sudah berkembang duluan seperti Microsoft Windows NT, IBM OS/2 dan Machintosh.
5. Sistem Pararel
Sistem Pararel adalah sistem yang mempunyai lebih dari satu prosesor yang dapat berkomunikasi, membagi
bus, clock dan juga perangkat memory dan pheripheral. Sistem pararel ini disebut sebagai
thightly coupled system atau juga multiprosessor, yang dengan dikembangkannya sistem ini diharapkan akan dapat meningkatkan kinerja yang dapat dilakukan oleh suatu komputer, yaitu dalam waktu yang relativ lebih singkat.
Jika suatu fungsi didistribusikan pada beberapa prosessor, maka ketika terjadi kegagalan dari satu prosessor tidak akan dapat menghentikan sistem, tapi hanya memperlambat sistem. Misalkan jika digunakan 10 prosessor dan satunya gagal, maka 9 prosessor lainnya akan menggantikan fungsi dan kinerja dari prosessor yang gagal tersebut, namun hal itu akan sedikit memperlambat kinerja sistem sebanyak sepersepuluh atau 10 persen. Kemampuan ini sering kali disebut dengan
gracefull degradation.
Sistem pararel atau multiprosessor yang sering digunaakan adalah model
symetric multiprocessing, yaitu setiap prosessor menjalankan sistem operasi yang identik dan komunikasi antar prosesor saat diperlukan. Perhatikan gambar contoh arsitektur
symetric multiprocessing berikut :
Pada sistem ini, prosessor-prosessor yang digunakan mempunya tugas-tugas tertentu. Prosesor master mengontrol sistem, prosessor lain menunggu instruksi dan mempunya tugas menjalankan tugas yang ditentukan oleh prosessor master.
6. Sistem Terdistribusi
Sistem Terdistribusi atau
Distributed System adalah sistem yang mendistribusikan komputasi diantara beberapa prosessor. Prosessor yang terdistribusi pun berfariasi ukuran dan fungsinya. Prosessor-prosessor ini disebut degan site, node, komputer atau lainnya.
Beberapa keuntungan dari sistem terdistribusi ini antara lain :
a. Resource Sharing
Ketika 2 buah site yang berbeda dihubungkan, maka user pada site satu dapat menggunakan sumber daya yang dimiliki oleh site yang lain. Contohnya, misalkan jika site A dan site B terhubung, maka user site A dapat menggunakan printer dari site B, sebaliknya user B pun bisa mangakses file user site B.
b. Peningkatan kecepatan komputasi
Hal ini otomatis dapat dilakukan karena komputasi tertentu dapat dipartisi dalam sejumlah sub komputasi yang berjalan secara konkuren, sehingga sistem yang terdistribusi dapat mendistribusikan komputasi pada beberapa site secara bersamaan.
c. Lebih handal
Sistem terdistribusi ini juga dinilai lebih handal, karena misalkan jika salah site gagal beroperasi, maka sisa site yang masih dalam satu sistem dapat menggantikan operasinya, sehingga tidak sampai menimbulkan kegagalan sistem. Secara umum, jika terjadi
redudensi pada sistem maka sistem tetap dapat menjalankan operasinya meskipun satu atau beberapa site gagal.
d. Komunikasi
Pada Sistem terdistribusi, beberpa prosessor pada site yang berbeda dapat saling bertukar informasi. User melakukan transfer file dengan user yang dalam satu sistem dengan menggunakan
elecronic mail.
Sistem terdistribusi sering juga disebut dengan
System Cilent-Server atau
peer-to-peer, sehingga satu hal pokok yang paling dibutuhkan dari sistem ini adalah infrastruktur jaringan, berupa LAN (
Local Area Network) atau WAN (
Wide Area Network). Berikut adalah contoh arsitektur Sistem Terdistribusi atau Client-Server :
7. Sistem Terklaster
Sistem Terklaster atau
Clustered System adalah pengembangan dari Sistem Terdistribusi. Sistem ini juga memiliki kehandalan yang tinggi seperit sistem terdistribusi. Perbedaannya adalah Sistem Terklaster dapat memungkinkan dua atau lebih sistem untuk membagi penyimpanan sekunder bersama-sama.
Model yang digunakan dalam sistem terklaster ada 2 model
asymmetric clustering, yaitu dimana satu server menjalankan aplikasi sementara server lainnya standby, dan model
symetric clustering, yaitu dimana semua hosting menjalankan aplikasi.
8. Sistem Real Time
Sistem Real Time adalah Sistem yang digunakan bila terdapat ketetapan waktu pada operasi prosessor atau aliran data sehingga sering digunakan untuk perangkat control pada suatu aplikasi seperti mengontrol percobaan keilmuan, sistem medis, sistem control industri dan lain-lain sebagainya.
Jadi sistem ini dikembangkan untuk keperluan khusus, karena pemrosesan harus dikerjakan dalam waktu yang ditentukan atau jika tidak maka sistem akan gagal. Sebagai contoh dalam dunia robotic, intuksi yang diberikan oleh sistem harus dalam saat tertentu saja. Misalnya lengan robot jika tidak diinstruksikan untuk berhenti segera maka dapat merusak robot tersebut.
Sistem Real Time juga memiliki 2 model yang digunakan, yaitu Sistem
Hard Real Time, dan
Soft Real Time. Sistem Hard Real Time menjamin tugas kritis diselesaikan tepat waktu. Penyimpanan sekunder terbatas atau bahkan tidak digunakan sama sekali, data perintah langsung dikirim ke ROM (Read Only Memory) dalam waktu singkat. Sedangkan Sistem Soft Real Time berfungsi menjalankan tugas kritis ayng mendapat prioritas lebih tinggi dari tugas yang lain. Ketika satu task selesai maka task berperioritas ini juga akan diselesaikan. Sistem ini sering digunakan hanya terbatas pada industri pengontrol robot.
9. Sistem Handheld
Bahasan terakhir dalam postingan jenis-jenis operating system komputer ini adalah System Handheld. Yaitu sistem yang dikembangkan mulai sekitar tahun 1990-an, yang lebih kecil lagi dari mikrokomputer yaitu dalam bentuk
personal digital assistants (PDA). Sistem ini yang digunakan pada beberapa jenis telepon seluler saat ini. Sistem Handheld memiliki memory yang terbatas, prosessor dengan kecepatan rendah dan display screen yang kecil. Berikut ini adalah skema perkembangan sistem komputer dari sistem mainframe dulu hingga sistem handheld sekarang ini :
Demikian postingan kali ini tentang :
Perkembangan Jenis-jenis Operating System Komputer
Semoga bermanfaat dan menambah wawasan pengetahuan kita semua atas dasar-dasar Sistem Operasi Komputer. Terima kasih telah berkunjung. Jangan lewatkan juga artikel
"Pengertian dan Fungsi Sistem Operasi". Nantikan postingan berikutnya,, Salam. :)