BREAKING

Saturday, April 27, 2013

Antara Iman dan Akhlak

Assalamu’alaikum Wr.Wb. Salam sobat reader. 
      Bertemu lagi dalam Artikel_Religi. Di kesempatan ini saya ingin berbagi ilmu dan pemahaman tentang hubungan iman dan akhlak. Ini saya dapatkan ketika membaca satu artikel buletin sholat jum’at. Saya tertarik dan ingin membagikannya kepada sahabat semua dengan mengambil intisari dari pemahaman saya atas artikel tersebut. Karena Rasulullah SAW bersabda : 
“Sampaikanlah walau hanya satu ayat”.

Between the Faith and Morals


            Langsung saja, bahwa Kondisi faktual iman seseorang dapat diketahui dari perilaku dan akhlaknya. Iman yang kokoh kuat akan dimanifestasikan dalam bentuk akhlak yang baik dan mulia. Sedangkan akhlak yang buruk dan hina adalah gambaran yang diberikan oleh imannya yang lemah. Sosok yang rendah imannya akan mudah tergelincir kepada perbuatan buruk yang merugikan dirinya sendiri maupun orang lain.
                “Wahai orang-orang yang beriman, Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar” (QS.Attaubah : 119)
                Tuntutan atas iman dan taqwa seseorang adalah dengan perbuatan yang baik dan benar. Manifestasi dari ketinggian iman seseorang adalah akhlak dan perbuatan baik yang dilakukannya. Jadi jika akhlak seseoarang kita pandang kurang baik, maka itu adalah bentuk dari gambaran imannya yang lemah. Akhlak adalah sebagai cermin dari iman.
                Nah, apa yang dimaksud dengan akhlak ? tentunya banyak pengertian dan tafsiran mengenai makna akhlak bagi tiap-tiap orang. Tapi marilah kita bertuju pada satu pemahaman yang sama, yaitu akhlak adalah suatu sikap perilaku yang spontan dan tidak dibuat-buat. Oleh karena itu “reaksi spontan” dari kebaikan iman seseoran adalah perilaku dan akhlak-nya yang baik.
                Beberapa bulan yang lalu, saya sempat  mengikuti tausiah dari Al-Ustadz Abdullah Gymnastiar yang lebih akrab dengan Sapaan Aa Gim di Masjid Mujahidin Universitas Negeri Yogyakarta(UNY). Pada kesempatan itu beliau berbicara mengenai akhlak, yang sama seperti defenisi di atas.  
                Rasulullah SAW telah memberikan gambaran kelemahan iman seseorang yang berwujud pada hilangnya rasa malu.  Rasulullah SAW bersabda :


 “Rasa malu dan iman itu sebenarnya berpadu menjadi satu, maka bila mana lenyap salah satunya hilang pulalah yang lain.”
                Berbagai macam bentuk ibadah sebagaimana termaktub dalam rukun islam seperti sholat, puasa, zakat, dan Haji serta ibadah sunnah lainnya adalah “program-program ” yang diajarkan dalam Islam. Semua program ibadah itu ditetapkan sebagai sarana untuk mensucikan jiwa dan memelihara kehidupannya yang mulia dalam cahaya iman dan Taqwa. Nah, jiwa-jiwa suci yang kehidupannya selalu dipandu cahaya kebenaran itu yang dalam kesehariannya adalah mereka-mereka yang berakhlak mulia, berperilaku yang santun, berbudi pekerti yang baik. Sekali lagi, intisari ibadah adalah mensucikan jiwa, hati, dan pikiran untuk memperluas, memperdalam hubungan dan “interaksi”-nya dengan Allah SWT dan juga kepada sesama manusia serta makhluk Allah SWT lainnya.
                Jadi, jelaslah.! Akhlaqul karimah (akhlak yan baik) tidak bisa berdiri sendiri. Akhlak yang baik adalah buah dari iman yan kuat. Iman yang kuat akan melahirkan akhlak yang baik. Begitulah hubungan di antaranya keduanya.
Rasulullah saw bersabda :
“Kaum mukminin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya di antara mereka”.

            Sekian postingan tentang :

Antara Iman dan Akhlak


Semoga bermanfaat.  Baca juga artikel "The Importance of Perception For Success" . Wassalam..:)

Strategi Pengolahan dan Pemasaran Minyak Kayu putih asli Maluku

Pada kesempatan ini saya ingin membagi Artikel tentang Strategi pengolahan dan Pemasaran Minyak Kayu Putih asli Maluku, khususnya dari Kabupaten Buru, daerah asal saya. Ini saya tulis ketika mendapat tugas kuliah lingkungan bisnis beberapa bulan yang lalu
           Berikut  adalah cuplikan dari isi tulisan saya tersebut :

Strategi Pengolahan dan Pemasaran Minyak Kayu putih asli Maluku

 Kayu putih (Melaleuca leucadendron L.) merupakan tanaman yang tidak asing bagi masyarakat di Indonesia karena dapat menghasilkan minyak kayu putih (cajuput oil) yang berkhasiat sebagai obat, insektisida dan wangi-wangian. Selain itu, pohon kayu putih dapat digunakan untuk konservasi lahan kritis dan kayunya dapat digunakan untuk berbagai keperluan (bukan sebagai bahan bangunan). Dengan demikian, kayu putih memiliki nilai ekonomi cukup tinggi (Sunanto, 2003)

 Lahan kayu putih di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur seluas 12.000 hektar bisa menghasilkan 300 ton minyak kayu putih per tahun atau separuh dari total produksi dunia. Sedangkan di Kepulauan Ambon ( Pulau Buru ) kini hanya memproduksi 90 ton minyak kayu putih per tahun. Di dunia Saat ini, ada dua produsen minyak kayu putih, yakni Indonesia dan Vietnam. Meskipun begitu kayu putih asal Maluku khususnya pulau Buru masih memiliki beberapa keistimewaan dan kekhususan tersendiri. Kayu putih asli Pulau Buru inilah yang akan saya bahas dalam karya ilmiah ini, yang bisa mendatangkan keuntungan besar dan luar biasa jika bisa di kelola dengan strategi yang baik........


file ini saya sediakan dalam bentuk PDF. jadi mungkin bagi yang ingin membaca dan di jadikan referensi untuk tugas yang serupa, bisa di download file PDF langsung di bawah ini :


Sekian Artikel tentang :

Strategi pengolahan dan Pemasaran Minyak Kayu Putih asli Maluku

semoga bermanfaat. Sampai jumpa di postingan selanjutnya. :)

Monday, April 22, 2013

Manage Your Time, for Your shining future

Assalamu'alaikum sahabat Reader.
       Di kesempatan ini Ubung Style akan memosting tentang Manage Your Time, for Shining Future . Sebagai pengawalnya, kita simak Firman Allah dalam Al-Qur'an Surat Al-'Asr berikut :
Demi masa,
 Sungguh manusia berada dalam kerugian, Kecuali orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehatiuntuk kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran. (QS.AL-‘ASR : 1-3)




Manage Your Time, for Your shining future

Waktu, adalah sesuatu yang paling dicari oleh seluruh orang manapun di dunia ini. Banyak orang yang mengatakan mereka kekurangan waktu.  Padahal sebenarnya mereka yang kurang memaksimalkan waktu yang mereka miliki dengan sebaik-baiknya. Semua orang memiliki waktu yang sama yang diberikan oleh Allah SWT. Tinggal bagaimana caranya kita bisa menggunakannya dengan sebaik-baik mungkin.
Memang mudah untuk mengatakannya hanya dalam bentuk kata-kata, tapi sulit untuk bisa mengamalkanya. Tidak terkecualipun saya sendiri. Tapi setidaknya kita bisa saling mengingatkan untuk perbaikan kedepan. Maka kita akan bisa terhindar dari golongan orang-orang yang merugi, seperti yang digambarkan Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-‘Ashr di atas.
Sahabat reader,  marilah kita gunakan waktu kita dengan sebaik-baiknya, agar tujuan kita bisa tercapai dengan tepat dan terencana. Jika tidak, maka waktu yang telah Allah SWT berikan akan berlalu tanpa ada manfaat yang pasti, dan kita akan termasuk ke dalam orang-orang yang merugi.
Nah, saya ada kiat-kiat nih bagaimana cara kita bisa memaksimalkan waktu yang baik, untuk pencapaian tujuan kita masing-masing. Tentunya setiap dari kita sudah memiliki tujuan dan cita-cita masing-masing kan ? jika begitu, maka cara-cara berikut wajib buat sobat terapkan. Cara ini saya kutip dari buku “Manage Your TIME for Success” karangan J.J Reza.

* Specific (Spesifik)
* Measurable ( Terukur )
* Attainable (Dapat dicapai)
* Realistic (Realistis)
* Timely ( Tepat waktu)

1. Sasaran kita harus spesifik
         kita harus merumuskan dengan tepat apa yang ingin kita selesaikan. misalnya saya akan segera menyelesaikan tugas kuliah ini sebelum hari rabu nanti.

2. Sasaran Harus terukur.
        kita harus bisa menghitung dan menandai hasilnya dengan suatu cara tertentu. 

3. Sasaran Harus  dapat dicapai.
        kita harus dapat mencapai tujuan yang sudah kita tetapkan, dengan melihat kondisi internal kita sekarang. Hal ini dalam contoh di atas  misalnya, bahan materi yang sudah terkumpul dalam penyelasaian tugas tersebut. tinggal dapat mengolahnya dengan baik.

4. Sasaran Harus Realistis.
        Tentunya tujuan yang sudah kita tetapkan harus masuk akal. misalnya kalau sampai hari inipun bahan materi untuk tugas belum dapat, maka tidak mungkin tugas yang begitu banyaknya dapat diselesaikan dalam waktu 2 hari kedepan. jadi tujuan yang kita tetapkan terntunya harus dibarengi dengan analisis yang masuk akal mengenai ketercapaiannya.

5. Sasaran kita harus berdasarkan waktu.
         Dan yang terakhir adalah, kita berusaha untuk melaksanakannya dengan tepat waktu. artinya sesuai dengan waktu maksimal yang telah kita rencanakan dan tetapkan.

          Sekian postingan kali ini tentang :

Manage Your Time for Your Shining Future

 semoga bermanfaat, dan semoga kita tidak termasuk ke dalam orang-orang yang merugi yang dimaksudkan oleh Allah SWT di dalam Qur'annya. Amiin.. Baca juga artikel  "Antara Iman dan Akhlak"
        

              

Monday, January 28, 2013

Hidup Memang Serius ! (Kejujuran Do’amu, Kesungguhanmu)


Assalamu'alaikum sahabat Reader. 
      Di kesempatan ini Ubung Style akan memosting tentang Hidup Memang Serius ! (Kejujuran Do'amu, Kesungguhanmu).  Sebagai pengawalnya, kita simak Firman Allah dalam Al-Qur'an Surat Al-Kahfi ayat 7 berikut :
“sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya untuk kami menguji mereka, siapakah diantara mereka yang terbaik perbuatannya”. (QS. Al Kahfi : 7).

Serius pertama, kehidupan ini sungguh serius bro !
            “Tidaklah Kami menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada diantara keduanya dengan main-main”. (           QS. Al Anbiyaa’ : 16).
            “Seandainya  Al Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentu mereka bakal menjumpai banyak pertentangan di dalamnya”. (QS. An Nisaa’ : 82)
            Allah ‘Azza wa jalla memang tidak pernah main-main dalam penciptaan alam semesta beserta sekian macam Sunnah-sunnah Kauniah lainnya. Allah yang Berkuasa atas segala sesuatu juga tak hendak bersenda gurau dengan ayat-ayat Qauliyah-Nya Al Quran. 
            “Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya untuk Kami menguji mereka, siapakah diantara mereka yang terbaik perbuatannya.” (QS. Al Kahfi : 7).

            Ya, jadi Allah menciptakan dunia ini sebagai “kampung” untuk beramal. “kampung” balasannya adalah Akhirat. Barang siapa menjalani hidup di dunia dengan perbuatan baik, maka keberuntunganlah baginya di Akhirat dan barakah di dunianya. Sebaliknya, tahu sendirilah. Dunia hanya “jalan”. Segala prasarana yang disediakan Allah di dunia ini, harta, kekuasaan, dan lain-lain harus dioptimalkan untuk meraih kehidupan akhirat yang selamat. Serius ini Bro !
            Ali Bin Abi Thalib RA memberika nasehat kepada kita, “Sesunguhnya dunia telah habis berlalu dan Akhirat semakin mendekat. Dan masing-masing mempunyai anak keturunan. Jadilah kalian anak keturunan akhirat dan janganlah menjadi anak keturunan dunia, karena sekarang kesempatan beramal tanpa ada hisab (pertanggungjawaban) dan besok di akhirat masa perhitungan amalan dan tidak ada kesempatan beramal”. Ali Bin Abi Thalib RA juga mengatakan, “Halalnya adalah dipertanggungjawabkan,dan halalnya adalah neraka”.

Serius Kedua, Menghapus Dosa Kita Bro !
            “Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh balasannya disisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan paling besar pahalanya”. (QS. Al Muzammil : 20).
            “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan walaupun hanya seberat zarah niscaya dia akan melihat balasannya”. (QS. Al Zalzalah :7).
            Kebaikan apa saja itu berbekas. Jadi apa lagi dengan kita yang berusaha mengerjakan amal dengan sungguh-sungguh dan tekun lalu berharap meraih hasil ?
            Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya keterampilan kedua tanganya pada siang hari maka pada malam itu dia diampuni”. (HR. Ahmad).
            Rasulullah SAW bertitah, “Sesungguhnya diantara perbuatan dosa ada dosa yang tidak bisa terhapus (ditebus) oleh (pahala) shaum dan Shalat. Ditanyakan pada Beliau: “apakah yang dapat menghapuskannya ya Rasulullah?” Jawab Rasul SAW: “kesusahan (bekerja) dalam mencari nafkah penghidupan ”. (HR.Abu Nu’aim).
            Bekerja sungguh itu menghilangkan dosa. Oleh karenanya seorang muslim melakukan setiap pekerjaan harus bersungguh dan penuh semangat.

Serius Ketiga, Tanggung Resikonya Sejak Awal Bro !
            Sebagai seorang muslim, maka setiap kali melakukan sesuatu kita akan membersihkan hati dari kepentingan dan tujuan sesaat kecuali Rido Allah semata. Dengan itu semua kita bermohon kepada-Nya agar dimudahkan untuk melakukannya lalu meraih tolak ukur keberhasilan itu. Namun sebagai seorang yang beriman, kita juga dituntut untuk jujur hati terhadap diri sendiri.  Maksudnya, bahwa kejujuran Do’a dan permohonan itu tidak hanya sebatas lisan, tetapi memang haruslah dibukrtikan. Manifestasi pembuktiannya adalah dengan melakukan usaha-usaha nyata dan ikhtiar yang sungguh-sungguh demi terwujudnya permohonan do’a terdahulu. Artinya juga, kita mesti siap bekerja keras tanpa lelah tanpa putus asa untuk mengerjakan upaya-upaya seoptimal mungkin di jalan cita-cita dan harapan tersebut diatas…. Sejak langkah pertama.
            “Orang-orang yang berjuang untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukan kepada mereka. Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”. (QS. Al ‘Ankabut : 8).
            “Sebut nama Rabbmu dan beribadalah kepada-Nya dengan penuh ketekunan ”. (QS. Al Muzammil : 8).
            Missal sebagai seorang pedagang di pasar, maka sejak awal berangkat dari rumah kita sudah siap untuk berbuat dan berperilaku baik di jalan cita-cita……. Keberhasilan berdagang. Misalnya saja memberi ongkos yang pantas untuk abang becak yang mengantar kita ke tempat kerja, kita tidak mengurangi takaran, mengatakan beras baik sebagai baik, kurang baik sebagai kurang baik dan sebagainya. Lalu kita bekerja keras mengambil barang dagangan, menawarkan dagangan kita, melayani pembeli dengan baik, bersaing maupun bekerjasama dengan kolega sesama pedagang beras…. Dengan cara-cara yang juga baik.
            Sebagai seorang pelajar atau mahasiswa, maka sejak awal kegiatan belajar kita sudah mencari referensi yang dibutuhkan, siap mencatat dengan baik, mendengarkan yang disampaikan guru atau dosen, menanyakannya jika sekiranya kurang dipahami dan sebagainya. Selanjutnya menyiapkan diri setiap kali dengan mengulang pelajaran yang barusan diperoleh…… tanpa menundanya. Dengan demikian pada saat hendak ujian, kita tinggal membuka catatan maupun bahan-bahan yang sudah kita kerjakan….. sejak awal itu. Memang tidak akan pernah mudah yang namanya “jujur sejak langkah pertama”, tetapi itulah bukti kejujuran do’a dan cita-cita kita.  Sekian postingan kali ini tentang : 

Hidup Memang Serius (Kejujuran Do'amu, Kesungguhanmu)

Semoga bermanfaat. Baca juga artikel "Manage Your Time For Shining Future" . Sampai jumpa di postingan selanjutnya ..!! Wassalam.. :)

  

Saturday, January 26, 2013

maximize opportunities (Memaksimalkan kesempatan)

Alkisah, (bukan kisah admin) ada sebuah kelas yang  sebagian besarnya terdiri dari dari laki-laki berusia 35 tahunan. Nah hari itu sang pengajar memberikan sebuah tugas unik. Yaitu, peserta harus menhyatakan kasih mereka pada seseorang . Seseorang ini haruslah orang yang tidak pernah menerima kasih dari mereka atau setidaknya orang yang sudah lama sekali tidak menerima kasih dari mereka.
Memang kelihatannya tugasnya tidak terlalu sulit. Tapi ingatlah, rata-rata pesertanya adalah laki-laki dari generasi yang diajarkan bahwa ekspresi perasaan tidak pantas dilakukan oleh  seorang laki-laki. Jadi bisa dikatakan, bagi sebagian peserta, tugas ini menjadi tantangan tersendiri.
            Pada kelas di minggu yang berikutnya, setiap peserta diberi kesempatan untuk membagi pengalaman mereka dalam menjalankan tugas unik itu. Tak di sangka, yang berdiri adalah peserta laki-laki.


maximize opportunities (Memaksimalkan kesempatan)

            Setelah sesaat berdiri dalam diam, akhirnya laki-laki itu berkata, “Awalnya, saya sedikit jengkel karena mendapat tugas aneh seperti ini. Siapa anda, beraninya menyuruh saya untuk melakukan sesuatu yang sepersonal itu.! Tapi saat saya mengendarai mobil menuju rumah, hati nurani saya mulai mengusik. Sebenarnya saya sudah tahu kepada siapa saya harus mengatakan kasih saya. Sekadar  cerita saja, lima tahun lalu, ayah saya dan saya sempat berselisih pendapat dan akhirnya bertengkar hebat sampai saat ini. Kami saling menghindari kecuali saat situasi memang mendesak. Tapi sejak saat itu, kami
sama sekali tak pernah saling bicara.
            Jadilah, pada selasa minggu lalu, setibanya di rumah saya meyakinkan diri sendiri bahwa saya harus pergi ke ayah saya dan mengatakan kasih saya padanya. Memang terasa aneh, tapi sekedar membuat keputusan itu saja saya merasa ada beban berat yang terangkat dari pundak saya. Pagi harinya , saya bangun lebih awal dan segera pergi ke kantor. Selama bekerja , saya merasa lebih bersemangat, dan tidalk menyngak saya dapat menyelsaikan lebih banyak pekerjaan dibanding yang pernah saya lakukan seharian penuh di hari-hari sebelumnya. Lalu, saya menelpon ayah saya untuk menanyakan apakah saya bisa mampir sehabis pulang kantor. Dan seperti biasa, ayah saya menjawab dengan suara galak, ‘Mau apa lagi sekarang ?’ Saya meyakinkan bahwa saya hanya sebentar saja di sana.
            Karena semua pekerjaan saya hari itu bisa selesai dikerjakan dalam waktu yang lebih cepat, saya pun bisa keluar kanytor lebih awal. Dan saya langsung menuju ke rumah orang tua saya.  Sesampainya di sana, saya berharap ibu sayalah yang membukakan pintu. Tapi saya langsung bertemu muka dengan ayah saya. Tanpa buang-buang waktu lagi, saya segera berkata, ‘Yah, saya hanya untuk bilang aku sayang ayah.’
            Saat itu juga terasa ada perubahan pada diri Ayah. Ekspresi wajahnya terlihat lebih ramah, kerutan-kerutannya tampak menghilang, dan ia mulai menitikan air mata.Ia lalu merangkul saya dan balas berkata ‘Ayah juga sayang kamu, Nak, tapi selama ini sulit untuk mengatakannya.’
            Saat itu sungguh menjadi momen yang tak ternilai harganya. Saya dan ayah masih berpelukan untuk beberapa lama, dan setelah itu saya berpamitan. Tapi bukan itu inti cerita saya. Dua hari setelah kunjungan itu , ayah saya yang ternyata punya masalah jantung tapi tidak pernah bilang pada saya, mendapat serangan jantung dan langsung dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan koma. Saya tak tahu apakah Ayah saya akan berhasil melalui semua ini. Semoga saja.
            Mungkin bisa saya sampaikan di sini adalah : ‘jangan menunggu untuk melakukan sesuatu yang memang kita tahu  perlu  kita lakukan’. Bagaimana seandainya saya menunda untuk mengungkap perasaan saya kepada ayah saya? Mungkin saya tidak akan pernah mendapat kesempatan itu lagi! Karenanya , sediakan waktu untuk melakukan apa yang perlu kita lakukan dan lakukan sekarang juga.!!" Sekian postingan tentang :

Maximize Opportunities (Memaksimalkan Kesempatan)

Semoga bermanfaat, baca juga artikel "Hidup Memang Serius (Kejujuran Doamu, Kesungguhanmu) " . Sampai jumpa di postingan selanjutnya ..!! Wassalam :)

Jauhi Sifat Sombong


                Sombong, angkuh, besar kepala, adalah kata-kata yang memiliki satu makna. Yaitu menganggap dirinya lebih tinggi, lebih mulia daripada lainnya. Sifat sombong yang sangat tercela di dalam agama. Begitu pula dalam masyarakat sifat ini sangat di benci. Bukan hanya di benci oleh orang-orang berilmu saja dan orang-orang yang berbudi luhur, tetapi hampir semua membencinya. Mengapa ? karena sifat sombong bisa menimbulkan permusuhan dan hilangnya rasa keakraban antara sesama manusia.



Jauhi Sifat Sombong


                Rasulullah SAW. Melarang umatnya berlaku sombong terutama terhadap sesama umat Islam. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Muslim bersumber dari Abdullah bin Mas’ud ra., Rasulullah SAW bersabda :

“Tidak masuk syurga orang yang di dalam hatinya ada sedikit kecil kesombongan. Lalu ada seorang lelaki berkata : “Sesungguhnya ada seseorang yang senag pakaianya bagus dan sandalnya juga bagus.” Beliau lalu bersabda : Sesungguhya Allah itu indah yang senang keindahan. Sedang sombong itu adalah menolak kebenaran merendahkan orang.” ( HR. MUSLIM )

                Dari hadits Rasulullah SAW di atas, dapat diambil suatu pelajaran bahwa pintu surga tertutup bagi setiap orang yang dalam hatinya terdapat sifat sombong. Tetapi seseorang itu tidak bisa dikatakan sombong hanya karena ia suka pakaian yang bagus-bagus. Sedang arti sombong yang sebenarnya ialah tidak mau menerima kebenaran dan menganggap rendah orang lain.

                Takabbur itu ada 3 macam yaitu :

1.                   Takabbur kepada Allah.
Yaitu mengabaikan atau tidak menghiraukan atau tidak memperhatikan agama Allah, tidak takut kepada ancaman Allah serta meremehkan dan mengabaikan syari’at ( Peraturan ) Agama, keadaan yang demikian ini disinyalir dalam firman Allah :

“Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina.”  (Luqman : 60)

2.       Takabbur terhadap Rasul

Yaitu enggan dan merasa hina untuk mengikuti petunjuk Rasul, tidak sudi mengikuti Nabi Muhammad Saw . Sikap takabbur demikian ini banyak dimiliki  para kaum Qurays di masa Nabi. Sebab mereka sama beranggapan bahwa beliau Saw . anak yatim yang tak punya harta. Begitu juga kebanyakan bangsa Yahudi segan mengikuti ajaran Rasulullah Saw . Sebab mereka sama beranggapan, bahwa hanya bangsa Yahudilah yang berhak menerima kenabian. Dan sampai sekarang pun ada sementara manusia yang merasa hina melaksanakan perintah Agamanya, ia menganggap bahwa perintah agama sudah usang dan kolot. Perasaan sombong inilah sangat berbahaya . Semoga kita terjaga dari sifat demikian ini.

3.       Takabbur terhadap sesama manusia.

Yakni merasa lebih mulia, lebih agung, lebih tinggi, lebih ‘alim, lebih kaya, lebih ganteng, lebih cantik, lebih bahagia, lebih kuat daripada orang lain. Ia menganggap remeh dan hina serta menganggap orang lain tidak berharga sama sekali dibanding dirinya sendiri. Ia menjadi gila hormat, gila pujian, dan lupa daratan sehingga tidak suka ditegur, tidak mau menerima pandangan dari orang lain walaupun pandangan atau nasehat itu benar. Maka takabbur itu menolak kebenaran dan menghinakan manusia.
Demikianlah sebagaimana  disebutkan dalam hadits Rasulullah Saw :

“Takabbur itu menolak kebenaran dan menghinakan hak-hak manusia.” (HR. Muslim)

Rasulullah Saw . dalam sehari-harinya tidak pernah berlaku sombong. Beliau menengok orang sakit, mengantarkan jenazah, menunggang himar, mendatangi undangan dari siapapun.
Peranah pada suatu hari ada seorang wanita datang menghadap beliau ingin mengundangnya untuk suatu hajat. Tetapi karena wanita itu dari golongan miskin, ia agak rikuh dan ragu-ragu. Oleh karena itu maka Beliau berdabda : ” Dudukkanlah saya di jalan-jalan Madinah maupun yang kamu kehendaki , pasti saya akan  datang duduk untuk mendatangi  hajatmu itu.”
         
Dalam hadits lain Rasulullah Saw bersabda :

“Tawaddu’lah kalian, duduklah kalian dengan orang-orang miskin, pasti kalian akan menjadi orang besar di sisi Allah dan terbebas dari kesombongan.” (HR. Abu Nu’aim)


Sekian postingan tentang :

Jauhi Sifat Sombong

Semoga bermanfaat, baca juga artikel "Maximize Opportunities (Memaksimalkan Kesempatan)"
 
Copyright © 2013 Ubung Style
Created by FBTemplates | Re-design by Alfin Amrullah
Proudly powered by © Blogger
Support : Exonera 12 | English Grammar's Blog